Percaya tidak percaya, hampir semua orang, dari usia muda, remaja hingga orang tua pasti familiar dengan jenis pakaian yang disebut kaos. Jenis pakaian ini sudah melekat dengan berbagai kelebihan yang ditawarkan, mulai dari bahan yang nyaman, dapat menyerap keringat, dan sensasi dingin saat digunakan. Beberapa orang suka untuk menggunakan kaos dengan tampilan polos, namun tidak sedikit juga yang suka dengan menggunakan kaos dengan desain yang menarik. Kali ini kita akan membahas beberapa jenis teknik sablon kaos yang dapat membantu Anda untuk menentukan kecocokan kaos dengan desain yang Anda pilih.

  1. Teknik Manual
    Membuat sablon kaos dengan teknik manual masih dibilang cukup populer hingga saat ini karena harga untuk mencetak dalam jumlah yang banyak yang cenderung lebih murah, karena untuk satu desain akan memerlukan satu screen sablon. Untuk tinta yang digunakan dalam teknik ini biasanya menggunakan tinta berbasis air (water base) atau minyak (oil base). Untuk implementasi teknik ini ke kaos diperlukan beberapa alat yaitu screen sablon, rakel, dan tinta itu sendiri. Waktu pengeringan dari sablon ini terbilang cukup lama dibandingkan dengan teknik lain, namun untuk metode yang bisa digunakan sangatlah bervariasi. Anda bisa membuat desain kaos sablon glow in the dark, glitter, foil perak dan emas, rubber, dan masih banyak lainnya. Untuk kekurangan dari teknik sablon jenis ini adalah kurangnya perpaduan warna yang ditawarkan, proses pengerjaan yang lebih lama karena harus melewati proses screening dan penjemuran dan sablon akan mengalami keretakan setelah dicuci dan disetrika terlalu sering.
  2. Teknik Digital
    Beralih ke sablon kaos dengan teknik digital, metode yang digunakan dalam teknik ini adalah menggunakan hot press dan transfer paper. Transfer paper digunakan penyatuan sablon dengan kaos yang akan dicetak. Untuk kelebihan dari teknik ini adalah di proses pengerjaan yang cepat, hanya membutuhkan waktu kurang dari 10 menit maka hasil sablon kaos sudah bisa dilihat. Jika dibandingkan dengan teknik manual, teknik digital dapat mencetak sablon dengan satuan tanpa minimal kaos karena desain bisa diganti sesuai yang Anda inginkan. Warna dari teknik ini juga cenderung lebih fleksibel karena sablon akan dicetak menggunakan printer khusus. Kekurangan dari teknik ini ada di bahan kaos yang digunakan hanya terbatas untuk katun dan kualitas sablon masih belum bisa bertahan lama seperti sablon manual
  3. Direct to Garment (DTG)
    Teknik sablon jenis ini merupakan teknologi paling modern hingga saat ini. Untuk teknik sablon ini menggunakan printer dengan tinta khusus yang mampu menghasilkan sablon dengan kualitas terbaik. Sama seperti mencetak kertas, maka kaos akan dicetak langsung menggunakan printer. Hasil cetak menggunakan teknik ini bisa dibilang awet dan tajam. Kelebihan dari teknik ini kurang lebih sama dengan teknik digital yang kita bahas sebelumnya. Untuk mencetak dengan satuan maupun jumlah banyak bisa dilakukan sekaligus oleh teknik ini. Untuk perpaduan warna pun dapat lebih beragam jika dibandingkan dengan teknik manual. Keunggulan yang paling utama dari teknik ini adalah hasil yang lebih tahan lama dibandingkan dengan sablon digital.
    Untuk kekurangan dari teknik ini adalah bahan kaos yang bisa diprinting dengan teknik ini masih terbatas dan area sablon yang bisa diterapkan di kaos masih terbatas di ukuran 42×21 cm.

Nah, untuk Anda yang ingin mencoba untuk membuat kaos dengan desain tertentu, Anda bisa memilih teknik apa yang cocok untuk digunakan untuk pembuatan sablon tersebut. Sekian beberapa informasi mengenai teknik sablon kaos yang ada sekarang. Semoga bermanfaat.